Rabu, 11 Juli 2007
Rempeyek
Rempeyek renyah penuh kacang asli dari Blitar. Diproduksi industri rumah tangga di daerah Sumberdiren kecamatan Garum kabupaten Blitar Jawa Timur. Selama ini rempeyek yang kita temui biasanya minim akan isinya dengan kata lain tidak kacang tanahnya sedikit. Tapi kali ini rempeyek ini banyak bertaburan kacang tanahnya. Tapi meskipun begitu rasanya tetap renyah. Biasanya bisa bertahan sekitar sebulan sebelum melempem. Tapi tergantung cara penyimpanannya. Jika anda melewati Blitar, tidak ada salahnya mencoba rempeyek ini.
Suwar-suwir
Lanjutan oleh-oleh dari Jember.
Saat ada acara ke Jember, kami mampir ke toko oleh-oleh dan membeli jajanan khas Jember seperti suwar-suwir, kerupuk puli, kerupuk singkong manis pedas. Suwar-suwir rasanya seperti ada tapenya. Empuk dah renyah bila digigit. Kerupuk puli rasa bawangnya juga cukup enak dan terasa bumbu bawangnya. Dan juga keripik singkongnya terasa manis dan pedas sesuai dengan judulnya. Cukup renyah juga.
1. Suwar Suwir

2. Kerupuk Puli

3. Keripik Singkong Manis Pedas
Saat ada acara ke Jember, kami mampir ke toko oleh-oleh dan membeli jajanan khas Jember seperti suwar-suwir, kerupuk puli, kerupuk singkong manis pedas. Suwar-suwir rasanya seperti ada tapenya. Empuk dah renyah bila digigit. Kerupuk puli rasa bawangnya juga cukup enak dan terasa bumbu bawangnya. Dan juga keripik singkongnya terasa manis dan pedas sesuai dengan judulnya. Cukup renyah juga.
1. Suwar Suwir
2. Kerupuk Puli
3. Keripik Singkong Manis Pedas
Selasa, 10 Juli 2007
Getuk Lupis
Pukul 15.15 rasanya masih cukup lama menunggu pukul 17.00. Belum habis geti wijen di meja, di luar ruangan ada penjual getuk lupis berteriak menjajakan dagangannya. Kok ya pas lapar, ada penjual gethuk atau memang pas tidak ada kerjaan yang "urgent". Tertarik untuk mencobanya, maka kubeli 2 bungkus. yang satu kumakan sendiri sedang satunya untuk istri di rumah.
Getuk lupis ini terdiri dari getuk lindri, sawut, beras ketan, tiwul, lupis, cenil yang diberi parutan kelapa dan gula merah diatasnya. Getuk lindri terbuat dari ketela pohon yang diamasak dan ditumbuk halus. Sawut merupakan ketela pohon yang diparut dengan alat khusus. Tiwul dibuat dari gaplek yang merupakan singkong kupas yang sudah dijemur sebelumnya. Demikian juga lupis dan cenil dibuat dari bahan singkong. Bisa dikatakan sebagaian besar berbahan asal singkong dan merupakan sumber karbohidrat.
Namun kali ini aku tidak mendapatkan rasa yang istimewa dari getuk lupis yang lewat di depan kantorku. Hanya rasa kenyang dan memuaskan perut serta memuaskan rasa kangen akan jajanan pasar yang selama ini sudah jarang kutemui. Lain kali akan kucari getuk lupis yang lebih enak di tempat lain.
Foto:
Getuk lupis ini terdiri dari getuk lindri, sawut, beras ketan, tiwul, lupis, cenil yang diberi parutan kelapa dan gula merah diatasnya. Getuk lindri terbuat dari ketela pohon yang diamasak dan ditumbuk halus. Sawut merupakan ketela pohon yang diparut dengan alat khusus. Tiwul dibuat dari gaplek yang merupakan singkong kupas yang sudah dijemur sebelumnya. Demikian juga lupis dan cenil dibuat dari bahan singkong. Bisa dikatakan sebagaian besar berbahan asal singkong dan merupakan sumber karbohidrat.
Namun kali ini aku tidak mendapatkan rasa yang istimewa dari getuk lupis yang lewat di depan kantorku. Hanya rasa kenyang dan memuaskan perut serta memuaskan rasa kangen akan jajanan pasar yang selama ini sudah jarang kutemui. Lain kali akan kucari getuk lupis yang lebih enak di tempat lain.
Foto:
Geti Wijen
Siang ini di kantor sedang tidak sibuk. Perut sedikit berbunyi kukuruyuk seperti ayam jago di pagi hari, meskipun sudah makan siang 2 jam yang lalu. Cek e-mail tidak ada pesan baru. Lihat di meja masih ada beberapa geti wijen. Daripada perut lapar, mendingan makan jajanan ini. Tidak membikin kenyang sih, tetapi cukup buat ganjal perut dan senam mulut dan rahang.
Geti wijen ini adalah jajanan khas Blitar. Kebetulan asal kelahiranku disana dan jika mudik hampir selalu membawa geti wijen sebagai oleh-oleh. Dibuat dari biji wijen yang digoreng dengan pasir (tidak pakai minyak), ditambah biji kacang tanah yang juga digoreng dengan pasir. Bahan ini dicampur dengan gula kelapa yang dicairkan terlebih dahulu mirip gulali. Setelah wijen dan kacang tanah tercampur gula kelapa menjadi satu adonan, kemudian ditempatkan dalam satu meja kayu cetakan sedalam 1,5 cm untuk dipadatkan sampai agak keras kemudian diiris kecil-kecil berukuran 2 cm x 5 cm. Potongan-potongan inilah yang kemudian dibungkus plastik lalu dujual ke konsumen. Hasil terbaik jika biji wijennya didapat bukan hasil gilingan mesin, melainkan ditumbuk dengan tangan, karena jika dengan mesin rasa gurihnya sudah berkurang dan berbau apek. Juga gula kelapa yang berwarna kuning kemerahan lebih bagus daripada yang berwarna merah kecoklatan.
Merupakan produk industri rumah tangga, sehingga rasa bisa sedikit berbeda antara produsen satu dengan lainnya. Harganya cukup murah dan biasanya tahan 2-3 bulan. Sering dipakai sebagai oleh-oleh untuk saudara atau teman di luar kota/pulau dan juga sebagai jajanan saat lebaran dan natalan. Sekarang sudah banyak dijumpai di toko/supermarket.
Foto :
Geti wijen ini adalah jajanan khas Blitar. Kebetulan asal kelahiranku disana dan jika mudik hampir selalu membawa geti wijen sebagai oleh-oleh. Dibuat dari biji wijen yang digoreng dengan pasir (tidak pakai minyak), ditambah biji kacang tanah yang juga digoreng dengan pasir. Bahan ini dicampur dengan gula kelapa yang dicairkan terlebih dahulu mirip gulali. Setelah wijen dan kacang tanah tercampur gula kelapa menjadi satu adonan, kemudian ditempatkan dalam satu meja kayu cetakan sedalam 1,5 cm untuk dipadatkan sampai agak keras kemudian diiris kecil-kecil berukuran 2 cm x 5 cm. Potongan-potongan inilah yang kemudian dibungkus plastik lalu dujual ke konsumen. Hasil terbaik jika biji wijennya didapat bukan hasil gilingan mesin, melainkan ditumbuk dengan tangan, karena jika dengan mesin rasa gurihnya sudah berkurang dan berbau apek. Juga gula kelapa yang berwarna kuning kemerahan lebih bagus daripada yang berwarna merah kecoklatan.
Merupakan produk industri rumah tangga, sehingga rasa bisa sedikit berbeda antara produsen satu dengan lainnya. Harganya cukup murah dan biasanya tahan 2-3 bulan. Sering dipakai sebagai oleh-oleh untuk saudara atau teman di luar kota/pulau dan juga sebagai jajanan saat lebaran dan natalan. Sekarang sudah banyak dijumpai di toko/supermarket.
Foto :
Senin, 09 Juli 2007
Bebek Goreng Kayu Tangan (BKT)
Bebek goreng mudah dijumpai di kota Surabaya dan salah satu makanan favorit saya. Tapi untuk bebek goreng yang enak dan lezat, hanya ada beberapa saja. Salah satunya yaitu Bebek Goreng Kayu Tangan biasa disebut BKT yang berlokasi di jalan raya Bratang Gede. Biasanya bebek goreng cenderung liat/ulet, tapi BKT ini cukup empuk dan dagingnya mudah lepas, mungkin karena diambil dari bebek muda. Rasanya seperti ayam goreng yang digoreng pakai madu, terasa gurihnya dan ada sedikit rasa manis serta ada semacam "crispy".
Selain bebek goreng, di BKT juga ada ayam gorengnya. Tetapi menurutku ayam gorengnya tidak terlalu istimewa. Satu lagi yang mungkin agak disayangkan adalah rasa sambalnya kurang "mak nyoz". Meskipun begitu menikmati bebek gorengnya saja sudah membikin lidah bergoyang.
Selain bebek goreng, di BKT juga ada ayam gorengnya. Tetapi menurutku ayam gorengnya tidak terlalu istimewa. Satu lagi yang mungkin agak disayangkan adalah rasa sambalnya kurang "mak nyoz". Meskipun begitu menikmati bebek gorengnya saja sudah membikin lidah bergoyang.
Mie Apong Jember
Berbicara mengenai kuliner (culinary), sebenarnya banyak website dan blog yang sudah membahasnya, namun kucoba juga untuk membuat blog tersebut. Sekedar bisa memberi tambahan referensi bagi siapa saja yang suka mencoba makanan asli suatu daerah.
Dimulai dari kota Jember. Kemarin (08/07/07) aku dan rombongan pergi ke Jember untuk pelayanan paduan suara pernikahan temanku di Gereja St. Paulus. Sorenya setelah acara selesai, kita diajak untuk mencoba mie apong di sebuah depot di Jember. Lokasinya berada di samping Matahari Johar Plasa Jember. Sebenarnya aku tidak terlalu hobby dengan mie ayam. Tapi ketika diajak untuk mencoba mie ayam yang satu ini, rasanya lidahku masih merasakan nikmatnya. Gurihnya pas termasuk daging cincang, daun bawang dan bawang merah goreng. Serta ada porsi mangkuk kecil untuk perut kecil serta mangkuk besar untuk yang betul-betul kelaparan. Tak terasa semangkuk besar dan semangkuk kecil mie apong ludes masuk ke lambungku, seperti orang yang habis puasa. Selain itu, di depot ini ada juga menu lain yang tidak kalah enak yaitu mie pangsit dan semacam sop daging (balungan, jawa;red). Hanya satu yang kurang aku sukai, yaitu minuman es jeruknya menurutku rasanya tidak dibuat dari jeruk asli, melainkan dari sirup.
Tak salah jika Mie Apong yang terletak di samping Matahari Johar Plasa Jember layak untuk dicoba bagi penikmat kuliner. Maaf untuk foto menunya kurang lengkap.
Dimulai dari kota Jember. Kemarin (08/07/07) aku dan rombongan pergi ke Jember untuk pelayanan paduan suara pernikahan temanku di Gereja St. Paulus. Sorenya setelah acara selesai, kita diajak untuk mencoba mie apong di sebuah depot di Jember. Lokasinya berada di samping Matahari Johar Plasa Jember. Sebenarnya aku tidak terlalu hobby dengan mie ayam. Tapi ketika diajak untuk mencoba mie ayam yang satu ini, rasanya lidahku masih merasakan nikmatnya. Gurihnya pas termasuk daging cincang, daun bawang dan bawang merah goreng. Serta ada porsi mangkuk kecil untuk perut kecil serta mangkuk besar untuk yang betul-betul kelaparan. Tak terasa semangkuk besar dan semangkuk kecil mie apong ludes masuk ke lambungku, seperti orang yang habis puasa. Selain itu, di depot ini ada juga menu lain yang tidak kalah enak yaitu mie pangsit dan semacam sop daging (balungan, jawa;red). Hanya satu yang kurang aku sukai, yaitu minuman es jeruknya menurutku rasanya tidak dibuat dari jeruk asli, melainkan dari sirup.
Tak salah jika Mie Apong yang terletak di samping Matahari Johar Plasa Jember layak untuk dicoba bagi penikmat kuliner. Maaf untuk foto menunya kurang lengkap.
Foto 1. Shinta yg duduk di meja no.7 ...sambelnya pedessss...
Langganan:
Postingan (Atom)


